Jl. Ahmad Kusnan N0.15 Pesanggaran Banyuwangi 68488 Phone :(0333) 710118 E-mail : pkm_pesanggaran@ymail.com
Laman
- Beranda
- Profil
- Unit Pelayanan
- Unit Pendaftaran dan Rekam Medik
- Unit Pemeriksaan Umum
- Unit Pemeriksaan Gigi dan Mulut
- Unit KIA, KB dan Spesialistik
- Unit Konseling IMS dan VCT
- Unit Konseling Gizi dan Laktasi
- Unit Promkes
- Unit Gawat Darurat
- Unit Rawat Inap
- Unit Bersalin
- Unit Laboratorium Klinik
- Unit Farmasi dan Kamar Obat
- Unit Penyelenggaraan Makanan dan Gizi
- Unit Administrasi Kantor
- Program Puskesmas
- Warta Puskesmas
Selasa, 08 Maret 2016
Pertemuan Forum Komunikasi Kader ( FKK ) Puskesmas Pesanggaran
Forum Komunikasi Kader ( FKK ) Posyandu Wilayah Puskesmas Pesanggaran dilaksanakan pada tanggal 5 Maret 2016. Jumlah kader yang hadir pada saat itu sebanyak 47 orang.
Kepala Puskesmas Pesanggaran dr. Y. Roni Satrio memberikan pembekalan ketrampilan terhadap Kader Posyandu tentang pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional ( PIN ) tahun 2016 yang dilaksanakan serentak milai tanggal 8 s/d. 15 Maret 2016. Pada kesempatan itu juga dibagikan seragam bagi kader yang bertugas di masing Posyandu. Perwakilan PT Bumi Suksesindo sebagai perusahaan yang peduli terhadap kegiatan pemberdayaan masyarakat juga ikut hadir dalam acara tersebut.
Rabu, 17 Februari 2016
Sukseskan Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional ( PIN ) Polio 2016
DATANG DAN MINTAKAN KEPADA PETUGAS DI POS PIN TERDEKAT
Berdasarkan Petunjuk Teknis Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio, Kementerian Kesehatan RI (2015), disebutkan bahwa Imunisasi merupakan upaya pencegahan yang terbukti sangat cost effective. Banyak kematian dan kecacatan yang disebabkan oleh penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.Sasaran dan Tempat Pemberian Imunisasi
PIN Polio akan dilaksanakan pada bulan Maret 2016 dengan sasaran semua anak usia 0 - 59 bulan tanpa memandang status imunisasinya.Sedangkan Tempat Pemberian Imunisasi dilaksanakan di tempat yang telah ditentukan oleh Puskesmas Pesanggaran yaitu tempat yang bertanda Pos PIN sebagaimana gambar diatas.
Beberapa hal yang diperlukan dalam penyusunan rencana kerja pelaksanaan PIN Polio 2016 antara lain:
- Menentukan jumlah sasaran
- Menghitung Kebutuhan logistik.
- Menghitung ketersediaan sarana rantai vaksin (cold chain) dan petugas imunisasi
- Memastikan rantai vaksin dalam kondisi baik.
- Memastikan vaksin polio dan penetesnya dalam jumlah yang sama dan cukup.
- Memastikan vaksin dalam kondisi baik, belum kadaluarsa, VVM dalam kondisi A atau B.
- Memberikan imunisasi sesuai prosedur (melalui tetes oral).
- Melakukan pengelolaan limbah imunisasi secara aman.
- Memantau, menangani dan melaporkan kasus KIPI.
- Memeriksa pencatatan dan pelaporan cakupan imunisasi dan logistik serta melengkapinya pada akhir kegiatan.
- Membina kader dalam melaksanakan tugasnya.
- Melakukan kerjasama dengan tokoh masyarakat.
- Melakukan sweeping terhadap anak yang belum mendapat imunisasi polio saat PIN
- Menggerakkan orang tua dan sasaran untuk datang ke Pos Pelayanan Imunisasi/Posyandu.
- Mengatur alur pelayanan imunisasi.
- Mencatat sasaran dan memberi tanda pada kuku jari kelingking kiri sasaran yang sudah diimunisasi.
- Melaporkan pada petugas bila ditemukan kasus KIPI.
- Mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi rutin dengan selalu membawa buku KIA
- Membantu melakukan pemetaan sasaran yang tidak hadir pada saat PIN untuk kemudian dijadikan sasaran dalam pelaksanaan sweeping
- Memberikan imunisasi Polio jika diperlukan.
Sosialisasi Dan Pemasangan Spanduk Di Desa Dan Pos PIN :
Senin, 15 Februari 2016
Evaluasi dan Pembinaan Posyandu Lintas Sektor Terpadu (Puskesmas, TP-PKK dan Seksi PMD Kecamatan )
Kegiatan Evaluasi dan Pembinaan Lintas Sektor Terpadu dilaksanakan di tiap-tiap Desa di wilayah Kecamatan Pesanggaran. Tim pembina yang diketuai oleh Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kecamatan Pesanggaran diharapkan dapat memberikan daya ungkit terhadap kelangsungan kegiatan Posyandu di tiaap-tiap desa. Pada kesempatan itu Ketua TP-PKK Kecamatan Ny. Nunik Sahono senantiasa memberikan arahan kepada Ketua TP-PKK Desa dan Kader sebagai pelaksana kegiatan Posyandu senantiasa berbenah baik dari segi administrasi di Posyandu maupun ketrampilan para kader Posyandu.
Tujuan Posyandu :
Tujuan umum
Menunjang percepatan penurunan angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia melalui upaya pemberdayaan masyarakat.
Tujuan Khusus
Sasaran Posyandu adalah seluruh masyarakat, utamanya:
1. Bayi
2. Anak Balita
3. Ibu hamil, ibu melahirkan, ibu nifas dan ibu menyusui
4. Pasangan Usia Subur (PUS)
Fungsi Posyandu :
Manfaat Posyandu :
1. Bagi masyarakat
Posyandu berlokasi di setiap desa/kelurahan/nagari. Bila diperlukan dan memiliki kemampuan, dimungkinkan untuk didirikan di RW, dusun, atau sebutan lainnya yang sesuai.
Tujuan Posyandu :
Tujuan umum
Menunjang percepatan penurunan angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia melalui upaya pemberdayaan masyarakat.
Tujuan Khusus
- Meningkatnya peran serta masyarakt dalam penyelenggaraan upaya kesehatan dasar, terutama yang berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB.
- Meningkatnya peran lintas sektor dalam Penyelenggaraan Posyandu, terutama berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB.
- Meningkatnya cakupan dan jangkauan pelayanan kesehatan dasar, terutama yang berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB.
Sasaran Posyandu adalah seluruh masyarakat, utamanya:
1. Bayi
2. Anak Balita
3. Ibu hamil, ibu melahirkan, ibu nifas dan ibu menyusui
4. Pasangan Usia Subur (PUS)
Fungsi Posyandu :
- Sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam alih informasi dan keterampilan dari petugas kepada masyarakat dan antar sesama masyarakat dalam rangka mempercepat penurunan AKI dan AKB.
- Sebagai wadah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dasar, terutama berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB.
Manfaat Posyandu :
1. Bagi masyarakat
- Memperoleh kemudahan untuk mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan dasar, terutama berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB.
- Memperoleh bantuan secara profesional dalam pemecahan masalah kesehatan terutama terkait kesehatan ibu dan anak.
- Efisiensi dalam mendapatkan pelayanan terpadu kesehatan dan sektor lain terkait.
- Mendapatkan informasi terdahulu tentang upaya kesehatan yang terkait dengan penurunan AKI dan AKB.
- Dapat mewujudkan aktualisasi dirinya dalam membantu masyarakat menyelesaikan masalah kesehatan terkait dengan penurunan AKI dan AKB.
- Optimalisasi fungsi Pusskesmas sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat, pusat pelayanan kesehatan strata pertama.
- Dapat lebih spesifik membantu masyarakat dalam pemecahan masalah kesehatan sesuai kondisi setempat.
- Meningkatkan efisiensi waktu, tenaga dan dana melalui pemberian pelayanan secara terpadu.
- Dapat lebih spesifik membantu masyarakat dalam pemecahan masalah sektor terkait, utamanya yang terkait dengan upaya penurunan AKI dan AKB sesuai kondisi setempat.
- Meningkatkan efisiensi melalui pemberian perlayanan secara terpadu sesuai dengan tupoksi masing-masing sektor.
Posyandu berlokasi di setiap desa/kelurahan/nagari. Bila diperlukan dan memiliki kemampuan, dimungkinkan untuk didirikan di RW, dusun, atau sebutan lainnya yang sesuai.
Kedudukan
Posyandu :
1.
Kedudukan Posyandu Terhadap
Pemerintahan Desa/Kelurahan
Pemerintahan
desa/kelurahan adalah instansi pemerintah yang bertanggung jawab
menyelenggarakan pembangunan di desa/kelurahan adalah sebagai wadah
pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan yang secara kelembagaan dibina oleh
pemerintahan desa/kelurahan.
2.
Kedudukan Posyandu Terhadap Pokja
Posyandu
Pokja
Posyandu adalah kelompok kerja yang dibentuk di desa/kelurahan, yang anggotanya
terdiri dari aparat pemerintahan desa/kelurahan dan tokoh masyarakat yang
bertanggung jawab membina Posyandu. Kedudukan Posyandu terhadap Pokja adalah
sebagai satuan organisasi yang mendapat binaan aspek administratif,
keuangan, dan program dari Pokja.
3.
Kedudukan Posyandu Terhadap Berbagai
UKBM
UKBM
adalah bentuk umum wadah pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan, yang
salah satu diantaranya adalah Posyandu. Kedudukan Posyandu terhadap UKBM dan
pelbagai lembaga kemasyarakatan /LSM desa/kelurahan yang bergerak di bidang
kesehatan adalah sebagai mitra.
4.
Kedudukan Posyandu Terhadap Konsil
Kesehatan Kecamatan
Konsil
Kesehatan Kecamatan adalah wadah pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan
yang dibentuk dari, oleh dan untuk masyarakat di kecamatan yang berfungsi
menaungi dan mengkoordinir setiap Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat
(UKBM). Kedudukan Posyandu Terhadap Konsil Kesehatan Kecamatan adalah sebagai
satuan organisasi yang mendapat arahan dan dukungan sumberdaya dari Konsil
Kesehatan Kecamatan.
5.
Kedudukan Posyandu Terhadap
Puskesmas
Puskesmas
adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung
jawab melaksanakan pembangunan kesehatan di kecamatan. Kedudukan Posyandu
terhadap Puskesmas adalah sebagai wadah pemberdayaan masyarakat di bidang
kesehatan yang secara teknis medis dibina oleh Puskesmas.
![]() |
| Desa Kandangan |
![]() |
| Desa Sarongan |
![]() |
| Desa Sumberagung |
![]() |
| Desa Pesanggaran |
![]() |
| Desa Sumber Mulyo |
Apel Pagi di Halaman Puskesmas Pesanggaran
Senin (15/2) bertempat di halaman Puskesmas Pesanggaran telah dilaksanakan Apel Pagi. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang diberlakukan bagi semua Pegawai di Puskesmas Pesanggaran. Pada Apel Pagi kali ini, Kepala Puskesmas Pesanggaran dr. Y. Roni Satrio berkesempatan untuk memberikan arahan mengenai kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan sesuai tupoksi masing-masing pegawai dengan mengedepankan nilai-nilai moral dan budaya kerja. Meningkatkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya kejadian luar biasa.
“Tujuan dilaksanakannya Apel diantaranya untuk meningkatkan disiplin para pegawai seiring tuntutan perubahan pola pikir (mindset) dan budaya kerja (culture set) aparatur negara dalam pelaksanaan reformasi birokrasi”
“Tujuan dilaksanakannya Apel diantaranya untuk meningkatkan disiplin para pegawai seiring tuntutan perubahan pola pikir (mindset) dan budaya kerja (culture set) aparatur negara dalam pelaksanaan reformasi birokrasi”
Sabtu, 13 Februari 2016
Gerak Jalan Dalam Rangka Memperingati HUT Kemerdekaan RI
PUSKESMAS PESANGGARAN IKUT MENJADI PESERTA GERAK JALAN DALAM RANGKA HUT KEMERDEKAAN RI
Puskesmas Pesanggaran dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI berpartisipasi sebagai peserta Gerak jalan dengan jarak tempuh 5 km. sebagai peserta selain dari karyawan/karyawati juga di ikuti oleh anggota Pramuka Saka Bakti Husada.
Puskesmas Pesanggaran dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI berpartisipasi sebagai peserta Gerak jalan dengan jarak tempuh 5 km. sebagai peserta selain dari karyawan/karyawati juga di ikuti oleh anggota Pramuka Saka Bakti Husada.
Kamis, 11 Februari 2016
Sehat Bersama Prolanis Puskesmas Pesanggaran
Prolanis Bekerjasama dengan BPJS
Kabupaten Banyuwangi
Pelaksanaan kegiatan Prolanis di
Puskesmas Pesanggaran pada Hari Jum;at tanggal 5 Pebruari 2016 dimulai jam
06.00 wib, dengan serangkaian acara : Registrasi peserta, senam bersama
dilanjutkan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengukuran antrophometri
menimbang berat badan dan tinggi badan, pengukuran lingkar perut dan ditutup
dengan pemberian materi penyuluhan.
Dalam kesempatan itu dr. Y. Roni
Satrio selaku nara sumber menyampaikan beberapa materi yang salah satunya
mengenai pedoman
atau Sepuluh Petunjuk
Pola Hidup Sehat
atau dapat digunakan sebagai senjata untuk memerangi komplikasi Diabetes
Mellitus.
Apabila
SINDROMA-10 tidak dilaksanakan dengan baik, Diabetisi akan mudah mengalami
beberapa komplikasi akibat dari penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis) antara lain
stroke, penyakit jantung koroner
= PJK (atau sama infark jantung), gagal ginjal kronik (nefropati diabetik), dan
selulitis-diabetik (gangren-diabetik).
Adanya Westernisasi makanan (seperti
fast food atau junk food) yang banyak mengandung banyak
kolesterol / lemakk jenuh,dan
tinggi kalori akan mempercepat terjadinya
aterosklerosis lebih-lebih apabila makanan tersebut dijadikan makanan sehari-hari.
Sepuluh
faktor penentu kualitas pembuluh darah yang dapat dikendalikan dalam
kehidupan
sehari-hari adalah GULOH-SISAR atau SINDROMA-10 yang merupakan
singakatan
dari :
G = Gula
U = Urat (asam urat)
L = Lemak (lipid, antara lain : lemak jenuh, lemak tidak jenuh, kolesterol,
trilgiserida,
kolesterol-HDL,
kolesterol-LDL)
O = Obesitas (berat badan berlebihan)
H = Hipertensi
S = Sigaret
I = Inaktivitas (kurang olah raga)
S = Stres
A = Alkohol
R = Regular Check Up.
(Baca
Selengkapnya : https://retnotbs.files.wordpress.com/2012/11/prof-askandar-garis-besar-pola-makan-pola-hidup-sbg-pendukung-terapi-dm.pdf).
Forum Komunikasi Kader ( FKK )
PERTEMUAN FKK DI PUSKESMAS PESANGGARAN
Kegiatan Pertemua Forum Komunikasi Kader (FKK) Puskesmas Pesanggaran dilaksanakan pada Hari Sabtu, tanggal 6 Pebruari 2016 mulai jam 08.00 Wib.
Pertemuan yang dihadiri 35 orang kader yang merupakan perwakilan dari 22 Posyandu dari 2 Desa yang ada diwilayah kerja Puskesmas Pesanggaran,ikut berpartisipasi juga ketua TP PKK Desa mengikuti serangkaian kegiatan tersebut untuk mendorong semangat para kader.
Diawali dengan menyanyikan lagu Kadarzi yang berisi pesan betapa pentingnya bagi keluarga dalam setiap keluarga berperilaku gizi dengan baik dan teratur.
Perilaku Sadar Gizi meliputi :
Pertemuan FKK kali ini diakhiri materi diskusi tentang kegiatan Posyandu yang diikuti perwakilan dari PT Bumi Suksesindo (BSI) Perusahaan pertambangan yang berada diwilayah Kecamatan Pesanggaran. Ibu Dian dari PT BSI menyampaikan bahwa Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar/sosial dasar untuk mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi.
Posyandu yang terintegrasi adalah kegiatan pelayanan sosial dasar keluarga dalam aspek pemantauan tumbuh kembang anak. Dalam pelaksanaannya dilakukan secara koordinatif dan integratif serta saling memperkuat antar program dan kegiatan untuk kelangsungan pelayanan di Posyandu sesuai dengan situasi/kebutuhan lokal yang dalam kegiatannya tetap memperhatikan aspek pemberdayaan masyarakat. Dan PT BSI bermaksud ingin mendukung kegiatan Posyandu diwilayah Kecamatan Pesanggaran.
Kegiatan Pertemua Forum Komunikasi Kader (FKK) Puskesmas Pesanggaran dilaksanakan pada Hari Sabtu, tanggal 6 Pebruari 2016 mulai jam 08.00 Wib.
Pertemuan yang dihadiri 35 orang kader yang merupakan perwakilan dari 22 Posyandu dari 2 Desa yang ada diwilayah kerja Puskesmas Pesanggaran,ikut berpartisipasi juga ketua TP PKK Desa mengikuti serangkaian kegiatan tersebut untuk mendorong semangat para kader.
Diawali dengan menyanyikan lagu Kadarzi yang berisi pesan betapa pentingnya bagi keluarga dalam setiap keluarga berperilaku gizi dengan baik dan teratur.
Perilaku Sadar Gizi meliputi :
- Menimbang berat badan secara teratur
- Memberikan Air Susu (ASI) saja kepada bayi sejak lahir sampai umur enam bulan (ASI Eksklusif)
- Makan beraneka ragam
- Menggunakan garam beryodium
- Minum suplemen gizi sesuai anjuran
Mengapa Perlu Menimbang Berat Badan Scara Teratur ?
- Berat badan merupakan petujuk yang baik untuk mengetahui keadaan gizi dan kesehatan.
- Perubahan berat badan menunjukkan perubahan konsumsi makanan dan atau gangguan kesehatan.
- Menimbang berat badan sangat mudah dan dapat dilaksanakan dimana saja.
Mengapa Perlu Memberikan ASI Scara Eksklusif?
- ASI merupakan makanan bayi yang paling sempurna, bersih dan sehat.
- ASI saja cukup untuk mengetahui kebutuhan gizi bayi sampai usia 6 bulan untuk tumbuh kembang normal.
- Meningkatkan kekebalan tubuh bayi.
- Menjalin hubungan kasih sayang antara ibu dan bayi
- Praktis dan murah
Mengapa Perlu mengkonsumsi Makanan Beraneka Ragam?
- Tidak ada satu jenis bahan makanan pun yang memenuhi kebutuhan zat gizi.
- Aneka ragam makanan menyediakan kebutuhan semua zat gizi bagi tubuh.
- Untuk bisa memenuhi semuakebutuhan zat gizi, makanan sehari-hari terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, sayur dan buah.
Mengapa Perlu Menggunakan Garam Beryodium?
- Zat yodium diperlukan tubuh setiap hari.
- Bahan makanan dan air minum yang biasa kita konsumsi umumnya mengandung sedikit zat yodium.
- Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) menimbulkan penurunan kecerdasan dan gangguan pertumbuhan.
Mengapa Perlu Suplemen Gizi?
- Kebutuhan Vitamin A pada kelompok bayi, balita, ibu hamil dan ibu menyusui meningkat dan seringkali tidak bisa dipenuhi dari makanan sehari-hari.
- Contoh suplemen yang biasa diberikan misalnya Fe pada ibu hamil, Vitamin A pada bayi, balita dan ibu nifas.
Pertemuan FKK kali ini diakhiri materi diskusi tentang kegiatan Posyandu yang diikuti perwakilan dari PT Bumi Suksesindo (BSI) Perusahaan pertambangan yang berada diwilayah Kecamatan Pesanggaran. Ibu Dian dari PT BSI menyampaikan bahwa Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar/sosial dasar untuk mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi.
Posyandu yang terintegrasi adalah kegiatan pelayanan sosial dasar keluarga dalam aspek pemantauan tumbuh kembang anak. Dalam pelaksanaannya dilakukan secara koordinatif dan integratif serta saling memperkuat antar program dan kegiatan untuk kelangsungan pelayanan di Posyandu sesuai dengan situasi/kebutuhan lokal yang dalam kegiatannya tetap memperhatikan aspek pemberdayaan masyarakat. Dan PT BSI bermaksud ingin mendukung kegiatan Posyandu diwilayah Kecamatan Pesanggaran.
















































