SELAMAT DATANG DI BLOG PUSKESMAS PESANGGARAN KABUPATEN BANYUWANGI

Laman

Selasa, 08 Maret 2016

Pertemuan Forum Komunikasi Kader ( FKK ) Puskesmas Pesanggaran

Forum Komunikasi Kader ( FKK ) Posyandu Wilayah Puskesmas Pesanggaran dilaksanakan pada tanggal 5 Maret 2016. Jumlah kader yang hadir pada saat itu sebanyak 47 orang.
Kepala Puskesmas Pesanggaran dr. Y. Roni Satrio memberikan pembekalan ketrampilan terhadap Kader Posyandu tentang pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional ( PIN ) tahun 2016 yang dilaksanakan serentak milai tanggal 8 s/d. 15 Maret 2016. Pada kesempatan itu juga dibagikan seragam bagi kader yang bertugas di masing Posyandu. Perwakilan PT Bumi Suksesindo sebagai perusahaan yang peduli terhadap kegiatan pemberdayaan masyarakat juga ikut hadir dalam acara tersebut.

Rabu, 17 Februari 2016

Sukseskan Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional ( PIN ) Polio 2016

DATANG DAN MINTAKAN KEPADA PETUGAS DI POS PIN TERDEKAT

Berdasarkan Petunjuk Teknis Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio, Kementerian Kesehatan RI (2015), disebutkan bahwa Imunisasi merupakan upaya pencegahan yang terbukti sangat cost effective. Banyak kematian dan kecacatan yang disebabkan oleh penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Sasaran dan Tempat Pemberian Imunisasi

PIN Polio akan dilaksanakan pada bulan Maret 2016 dengan sasaran semua anak usia 0 - 59 bulan tanpa memandang status imunisasinya.Sedangkan Tempat Pemberian Imunisasi dilaksanakan di tempat yang telah ditentukan oleh Puskesmas Pesanggaran yaitu tempat yang bertanda Pos PIN sebagaimana gambar diatas.

Beberapa hal yang diperlukan dalam penyusunan rencana kerja pelaksanaan PIN Polio 2016 antara lain:
  1. Menentukan jumlah sasaran
  2. Menghitung Kebutuhan logistik.
  3. Menghitung ketersediaan sarana rantai vaksin (cold chain) dan petugas imunisasi
Beberapa hal yang harus dikerjakan oleh petugas pelaksana imunisasi di lapangan antara lain:
  1. Memastikan rantai vaksin dalam kondisi baik.
  2. Memastikan vaksin polio dan penetesnya dalam jumlah yang sama dan cukup.
  3. Memastikan vaksin dalam kondisi baik, belum kadaluarsa, VVM dalam kondisi A atau B.
  4. Memberikan imunisasi sesuai prosedur (melalui tetes oral).
  5. Melakukan pengelolaan limbah imunisasi secara aman.
  6. Memantau, menangani dan melaporkan kasus KIPI.
  7. Memeriksa pencatatan dan pelaporan cakupan imunisasi dan logistik serta melengkapinya pada akhir kegiatan.
  8. Membina kader dalam melaksanakan tugasnya.
  9. Melakukan kerjasama dengan tokoh masyarakat.
  10. Melakukan sweeping terhadap anak yang belum mendapat imunisasi polio saat PIN
Sedangkan kader bertugas membantu pelaksanaan imunisasi dalam hal:
  1. Menggerakkan orang tua dan sasaran untuk datang ke Pos Pelayanan Imunisasi/Posyandu.
  2. Mengatur alur pelayanan imunisasi.
  3. Mencatat sasaran dan memberi tanda pada kuku jari kelingking kiri sasaran yang sudah diimunisasi.
  4. Melaporkan pada petugas bila ditemukan kasus KIPI.
  5. Mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi rutin dengan selalu membawa buku KIA
  6. Membantu melakukan pemetaan sasaran yang tidak hadir pada saat PIN untuk kemudian dijadikan sasaran dalam pelaksanaan sweeping
  7. Memberikan imunisasi Polio jika diperlukan.
Selengkapnya Baca Pedoman Pelaksanaan PIN Kemenkes RI 2015.

Sosialisasi Dan Pemasangan Spanduk Di Desa Dan Pos PIN :



Senin, 15 Februari 2016

Evaluasi dan Pembinaan Posyandu Lintas Sektor Terpadu (Puskesmas, TP-PKK dan Seksi PMD Kecamatan )

Kegiatan Evaluasi dan Pembinaan Lintas Sektor Terpadu dilaksanakan di tiap-tiap Desa di wilayah Kecamatan Pesanggaran. Tim pembina yang diketuai oleh Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kecamatan Pesanggaran diharapkan dapat memberikan daya ungkit terhadap kelangsungan kegiatan Posyandu di tiaap-tiap desa. Pada kesempatan itu Ketua TP-PKK Kecamatan Ny. Nunik Sahono senantiasa memberikan arahan kepada Ketua TP-PKK Desa dan Kader sebagai pelaksana kegiatan Posyandu senantiasa berbenah baik dari segi administrasi di Posyandu maupun ketrampilan para kader Posyandu.

Tujuan Posyandu :
Tujuan umum
Menunjang percepatan penurunan angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia melalui upaya pemberdayaan masyarakat.

Tujuan Khusus
  • Meningkatnya peran serta masyarakt dalam penyelenggaraan upaya kesehatan dasar, terutama yang berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB.
  • Meningkatnya peran lintas sektor dalam Penyelenggaraan Posyandu, terutama berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB.
  • Meningkatnya cakupan dan jangkauan pelayanan kesehatan dasar, terutama yang berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB.
Sasaran Posyandu :
Sasaran Posyandu adalah seluruh masyarakat, utamanya:
1. Bayi
2. Anak Balita
3. Ibu hamil, ibu melahirkan, ibu nifas dan ibu menyusui
4. Pasangan Usia Subur (PUS)

Fungsi Posyandu :
  1. Sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam alih informasi dan keterampilan dari petugas kepada masyarakat dan antar sesama masyarakat dalam rangka mempercepat penurunan AKI dan AKB.
  2. Sebagai wadah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dasar, terutama berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB.

Manfaat Posyandu :
1. Bagi masyarakat
  • Memperoleh kemudahan untuk mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan dasar, terutama berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB.
  • Memperoleh bantuan secara profesional dalam pemecahan masalah kesehatan terutama terkait kesehatan ibu dan anak.
  • Efisiensi dalam mendapatkan pelayanan terpadu kesehatan dan sektor lain terkait.
2. Bagi kader, pengurus Posyandu dan tokoh masyarakat
  • Mendapatkan informasi terdahulu tentang upaya kesehatan yang terkait dengan penurunan AKI dan AKB.
  • Dapat mewujudkan aktualisasi dirinya dalam membantu masyarakat menyelesaikan masalah kesehatan terkait dengan penurunan AKI dan AKB.
3. Bagi Puskesmas
  • Optimalisasi fungsi Pusskesmas sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat, pusat pelayanan kesehatan strata pertama.
  • Dapat lebih spesifik membantu masyarakat dalam pemecahan masalah kesehatan sesuai kondisi setempat.
  • Meningkatkan efisiensi waktu, tenaga dan dana melalui pemberian pelayanan secara terpadu.
4. Bagi sektor lain
  • Dapat lebih spesifik membantu masyarakat dalam pemecahan masalah sektor terkait, utamanya yang terkait dengan upaya penurunan AKI dan AKB sesuai kondisi setempat.
  • Meningkatkan efisiensi melalui pemberian perlayanan secara terpadu sesuai dengan tupoksi masing-masing sektor.
Lokasi Posyandu :
Posyandu berlokasi di setiap desa/kelurahan/nagari. Bila diperlukan dan memiliki kemampuan, dimungkinkan untuk didirikan di RW, dusun, atau sebutan lainnya yang sesuai.


Kedudukan Posyandu :

1.         Kedudukan Posyandu Terhadap  Pemerintahan Desa/Kelurahan
Pemerintahan desa/kelurahan adalah instansi pemerintah yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan di desa/kelurahan adalah sebagai wadah pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan yang secara kelembagaan dibina oleh pemerintahan desa/kelurahan.
2.         Kedudukan Posyandu Terhadap Pokja Posyandu     
Pokja Posyandu adalah kelompok kerja yang dibentuk di desa/kelurahan, yang anggotanya terdiri dari aparat pemerintahan desa/kelurahan dan tokoh masyarakat yang bertanggung jawab membina Posyandu. Kedudukan Posyandu terhadap Pokja adalah sebagai satuan organisasi  yang mendapat binaan aspek administratif, keuangan, dan program dari Pokja.
3.         Kedudukan Posyandu Terhadap Berbagai UKBM                                                              
UKBM adalah bentuk umum wadah pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan, yang salah satu diantaranya adalah Posyandu. Kedudukan Posyandu terhadap UKBM dan pelbagai lembaga kemasyarakatan /LSM desa/kelurahan yang bergerak di bidang kesehatan adalah sebagai mitra.
4.         Kedudukan Posyandu Terhadap Konsil Kesehatan Kecamatan                                            
Konsil Kesehatan Kecamatan adalah wadah pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan yang dibentuk dari, oleh dan untuk masyarakat di kecamatan yang berfungsi menaungi dan mengkoordinir setiap Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM). Kedudukan Posyandu Terhadap Konsil Kesehatan Kecamatan adalah sebagai satuan organisasi yang mendapat arahan dan dukungan sumberdaya dari Konsil Kesehatan Kecamatan.
5.         Kedudukan Posyandu Terhadap Puskesmas                                                                   
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab melaksanakan pembangunan kesehatan di kecamatan. Kedudukan Posyandu terhadap Puskesmas adalah sebagai wadah pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan yang secara teknis medis dibina oleh Puskesmas.

Desa Kandangan
Desa Sarongan

Desa Sumberagung
Desa Pesanggaran
Desa Sumber Mulyo

Apel Pagi di Halaman Puskesmas Pesanggaran

Senin (15/2) bertempat di halaman Puskesmas Pesanggaran telah dilaksanakan Apel Pagi. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang diberlakukan bagi semua Pegawai di Puskesmas Pesanggaran. Pada Apel Pagi kali ini, Kepala Puskesmas Pesanggaran dr. Y. Roni Satrio berkesempatan untuk memberikan arahan mengenai kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan sesuai tupoksi masing-masing pegawai dengan mengedepankan nilai-nilai moral dan budaya kerja. Meningkatkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya kejadian luar biasa.
“Tujuan dilaksanakannya Apel  diantaranya untuk meningkatkan disiplin para pegawai seiring tuntutan perubahan pola pikir (mindset) dan budaya kerja (culture set) aparatur negara dalam pelaksanaan reformasi birokrasi” 


Sabtu, 13 Februari 2016

Gerak Jalan Dalam Rangka Memperingati HUT Kemerdekaan RI

PUSKESMAS PESANGGARAN IKUT MENJADI PESERTA GERAK JALAN DALAM RANGKA HUT KEMERDEKAAN RI

Puskesmas Pesanggaran dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI berpartisipasi sebagai peserta Gerak jalan dengan jarak tempuh 5 km. sebagai peserta selain dari karyawan/karyawati juga di ikuti oleh anggota Pramuka Saka Bakti Husada.





Kamis, 11 Februari 2016

Sehat Bersama Prolanis Puskesmas Pesanggaran

Prolanis Bekerjasama dengan BPJS Kabupaten Banyuwangi

Pelaksanaan kegiatan Prolanis di Puskesmas Pesanggaran pada Hari Jum;at tanggal 5 Pebruari 2016 dimulai jam 06.00 wib, dengan serangkaian acara : Registrasi peserta, senam bersama dilanjutkan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengukuran antrophometri menimbang berat badan dan tinggi badan, pengukuran lingkar perut dan ditutup dengan pemberian materi penyuluhan.
Dalam kesempatan itu dr. Y. Roni Satrio selaku nara sumber menyampaikan beberapa materi yang salah satunya mengenai pedoman atau  Sepuluh  Petunjuk  Pola  Hidup  Sehat  atau dapat digunakan sebagai senjata untuk memerangi komplikasi Diabetes Mellitus.
Apabila SINDROMA-10 tidak dilaksanakan dengan baik, Diabetisi akan mudah mengalami beberapa komplikasi akibat dari penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis)  antara lain  stroke, penyakit jantung koroner  = PJK  (atau sama  infark jantung), gagal ginjal kronik  (nefropati diabetik), dan selulitis-diabetik  (gangren-diabetik). Adanya Westernisasi makanan (seperti  fast food atau junk food) yang banyak mengandung  banyak  kolesterol  / lemakk jenuh,dan tinggi kalori  akan mempercepat terjadinya aterosklerosis lebih-lebih apabila makanan tersebut dijadikan makanan sehari-hari.

Sepuluh faktor penentu kualitas pembuluh darah yang dapat dikendalikan dalam
kehidupan sehari-hari adalah GULOH-SISAR atau SINDROMA-10 yang merupakan
singakatan dari :
G  = Gula
U  = Urat (asam urat)
L  = Lemak (lipid, antara lain  : lemak jenuh, lemak tidak jenuh, kolesterol, trilgiserida,
kolesterol-HDL, kolesterol-LDL)
O  = Obesitas (berat badan berlebihan)
H  = Hipertensi
S  = Sigaret
I  = Inaktivitas (kurang olah raga)
S  = Stres
A  = Alkohol
R  = Regular Check Up.
(Baca Selengkapnya : https://retnotbs.files.wordpress.com/2012/11/prof-askandar-garis-besar-pola-makan-pola-hidup-sbg-pendukung-terapi-dm.pdf).



Forum Komunikasi Kader ( FKK )

PERTEMUAN FKK DI PUSKESMAS PESANGGARAN

Kegiatan Pertemua Forum Komunikasi Kader (FKK) Puskesmas Pesanggaran dilaksanakan pada Hari Sabtu, tanggal 6 Pebruari 2016 mulai jam 08.00 Wib.
Pertemuan yang dihadiri 35 orang kader yang merupakan perwakilan dari 22 Posyandu dari 2 Desa yang ada diwilayah kerja Puskesmas Pesanggaran,ikut berpartisipasi juga ketua TP PKK Desa mengikuti serangkaian kegiatan tersebut untuk mendorong semangat para kader.
Diawali dengan menyanyikan lagu Kadarzi yang berisi pesan betapa pentingnya bagi keluarga dalam setiap keluarga berperilaku gizi dengan baik dan teratur.

Perilaku Sadar Gizi meliputi :
  1. Menimbang berat badan secara teratur
  2. Memberikan Air Susu (ASI) saja kepada bayi sejak lahir sampai umur enam bulan (ASI Eksklusif)
  3. Makan beraneka ragam
  4. Menggunakan garam beryodium
  5. Minum suplemen gizi sesuai anjuran
Mengapa Perlu Menimbang Berat Badan Scara Teratur ?
  • Berat badan merupakan petujuk yang baik untuk mengetahui keadaan gizi dan kesehatan.
  • Perubahan berat badan menunjukkan perubahan konsumsi makanan dan atau gangguan kesehatan.
  • Menimbang berat badan sangat mudah dan dapat dilaksanakan dimana saja.
Mengapa Perlu Memberikan ASI Scara Eksklusif?
  • ASI merupakan makanan bayi yang paling sempurna, bersih dan sehat.
  • ASI saja cukup untuk mengetahui kebutuhan gizi bayi sampai usia 6 bulan untuk tumbuh kembang normal.
  • Meningkatkan kekebalan tubuh bayi.
  • Menjalin hubungan kasih sayang antara ibu dan bayi
  • Praktis dan murah
Mengapa Perlu mengkonsumsi Makanan Beraneka Ragam?
  • Tidak ada satu jenis bahan makanan pun yang memenuhi kebutuhan zat gizi.
  • Aneka ragam makanan menyediakan kebutuhan semua zat gizi bagi tubuh.
  • Untuk bisa memenuhi semuakebutuhan zat gizi, makanan sehari-hari terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, sayur dan buah.
Mengapa Perlu Menggunakan Garam Beryodium?
  • Zat yodium diperlukan tubuh setiap hari.
  • Bahan makanan dan air minum yang biasa kita konsumsi umumnya mengandung sedikit zat yodium.
  • Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) menimbulkan penurunan kecerdasan dan gangguan pertumbuhan.
Mengapa Perlu Suplemen Gizi?
  • Kebutuhan Vitamin A pada kelompok bayi, balita, ibu hamil dan ibu menyusui meningkat dan seringkali tidak bisa dipenuhi dari makanan sehari-hari.
  • Contoh suplemen yang biasa diberikan misalnya Fe pada ibu hamil, Vitamin A pada bayi, balita dan ibu nifas.
Selanjutnya pada kesempatan itu dr. Y. Roni Satrio selaku Kepala Puskesmas Pesanggaran memberikan sosialisasi tentang pelaksanan kegiatan Posbindu yang dalam pelaksanaanya perlu dukungan para kader di lapangan.

Pertemuan FKK kali ini diakhiri materi diskusi tentang kegiatan Posyandu yang diikuti perwakilan dari PT Bumi Suksesindo (BSI) Perusahaan pertambangan yang berada diwilayah Kecamatan Pesanggaran. Ibu Dian dari PT BSI menyampaikan bahwa Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar/sosial dasar untuk mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi.
Posyandu yang terintegrasi adalah kegiatan pelayanan sosial dasar keluarga dalam aspek pemantauan tumbuh kembang anak. Dalam pelaksanaannya dilakukan secara koordinatif dan integratif serta saling memperkuat antar program dan kegiatan untuk kelangsungan pelayanan di Posyandu sesuai dengan situasi/kebutuhan lokal yang dalam kegiatannya tetap memperhatikan aspek pemberdayaan masyarakat. Dan PT BSI bermaksud ingin mendukung kegiatan Posyandu diwilayah Kecamatan Pesanggaran.