SELAMAT DATANG DI BLOG PUSKESMAS PESANGGARAN KABUPATEN BANYUWANGI

Laman

Senin, 14 Agustus 2017

GERAKAN SIJARI MERAH

Pencanangan Gerakan SIJARI MERAH (Generasi Remaja Putri Merdeka dari Kurang Darah) Wilayah UPTD Puskesmas Pesanggaran dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 10 Agustus 2017 dipusatkan di Gedung SMK PGRI Pesanggaran. Acara Tersebut bekerjasama dengan PT. Bumi Suksesindo yang bergerak di bidang pertambangan diwilayah Kecamatan Pesanggaran.
Peserta yang dihadirkan pada acara tersebut adalah  perwakilan siswi SMP/MTs/SMA dan MA yang berada di wilayah Puskesmas Pesanggaran sejumlah 48 siswi sebagai kader pemantau kegiatan di sekolah masing-masing. 
Forpimka Plus Kecamatan Pesanggaran ikut serta menghadiri dan memberikan dukungan untuk suksesnya kegiatan tersebut.
Adapun rangakaian kegiatan setelah acara tersebut akan dilanjutkan kegiatan Road show kunjungan ke masing-masing sekolah dengan melaksanakan pemeriksaan HB dan pemberian Tablet Tambah Darah dibantu kader pemantau yang telah dilatih.
















Sabtu, 25 Februari 2017

Pelantikan Inspektur Cilik

Pelantikan Inspektur Cilik Puskesmas Pesanggaran bersama UPTD Pendidikan Kecamatan Pesanggaran melaksanakan pelantikan Inspektur Cilik diwilayah kerja Puskesmas Pesanggaran pada tanggal 21 Pebruari 2017 bertempat di SDN 1 Pesanggaran. kegiatan yang dihadiri jajaran Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah SD/MI dan Puskesmas Pesanggaran.
Pembentukan Inspektur Cilik di Sekolah bertujuan untuk Meningkatkan kesadaran siswa untuk menjaga konsumsi makanan sehat, Inspektur yang dijabat oleh siswa ini akan mengawasi temannya untuk tidak jajan makananan yang mengandung zat membahayakan tubuh. 

"Ini sangat membahayakan masa depan generasi kita. Pola makan seperti ini harus mulai kita ingatkan ke anak-anak kita. Ini salah satu tugas inspektur cilik, mengingatkan sesama temannya untuk tidak mengkonsumsi makanan yang berbahaya,"






Rabu, 11 Januari 2017

Pelatihan Kader Tiwisada 2016

Pelatihan kader Tiwisada Puskesmas Pesanggaran bekerjasama denga UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Pesanggaran dilaksanakan pada tanggal 15-16 Nopember 2016 bertempat di SDN 2 Pesanggaran.
Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Pesanggaran Sugito, MPd. dalam sambutanya menyampaikan bahwa Secara umum UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) bertujuan meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta derajat kesehatan peserta didik. Selain itu juga menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia berkualitas. Sedangkan secara khusus tujuan UKS adalah menciptakan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat, meningkatkan pengetahuan, mengubah sikap dan membentuk perilaku masyarakat sekolah yang sehat dan mandiri.
Di samping itu juga meningkatkan peran serta peserta didik dalam usaha peningkatan kesehatan di sekolah dan rumah tangga serta lingkungan masyarakat, meningkatkan keteramplan hidup sehat agar mampu melindungi diri dari pengaruh buruk lingkungan. Program dokter kecil (Kader Tiwisada) merupakan upaya pendekatan edukatif dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut.
Selanjutnya dr. Y. Roni Satrio selaku Kepala Puskesmas Pesanggaran menyampaikan bahwa Pelayanan kesehatan pada UKS adalah pemeriksaan kesehatan umum, kesehatan gigi dan mulut siswa SD dan setingkat melalui penjaringan kesehatan terhadap murid kelas 1 Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bersama dengan guru UKS terlatih dan dokter kecil secara berjenjang (penjaringan awal oleh guru dan dokter kecil, penjaringan lanjutan oleh tenaga kesehatan).
Salah satu kegiatan untuk membina dan mengembangkan UKS adalah denganmengadakan Lomba Cerdas Tangkas Dokter Kecil. Dokter Kecil adalah siswa yang dipilih guru untuk melaksanakan sebagian usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri, teman, keluarga, dan lingkungan sekolah. Dokter kecil adalah siswa yang memenuhi kriteria dan telah terlatih untuk ikut melaksanakan sebagian usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri, teman, keluarga dan lingkungannya.
Kegiatan dokter kecil
1. Menggerakkan dan membimbing teman melaksanakan.
a.       Pengamatan kebersihan dan kesehatan pribadi.
b.      Pengukuran Tinggi Badan dan Berat badan.
c.       Penyuluhan Kesehatan.
2. Membantu petugas kesehatan melaksanakan pelayanaan kesehatan di sekolah , antara lain :
a.       Distribusi obat cacing, vitamin dan lain-lain.
b.      Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).
c.       Pertolongan Pertama Pada Penyakit.
3. Pengenalan dini tanda-tanda penyakit.
4. Pengamatan kebersihan Ruang UKS , warung sekolah dan lingkungan sekolah.
5. Pengamatan kebersihan di sekolah separti halaman sekolah, ruang kelas , perlengkapan, persediaan air bersih, tempat cuci, WC,kamar mandi, tempat sampah dan saluran pembuangan termasuk PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk).
6. Pencatatan dan pelaporan, antara lain Buku harian Dokter Kecil.
7. Melaporkan hal-hal khusus yang ditemuinya kepada guru UKS / Kepala Sekolah / Guru yang ditunjuk. 
Acara dilanjutkan pre test dan post test dan pemberian materi-materi :
1. Materi Kesehatan Lingkungan, Kantin/warung sehat dan Gizi oleh Mukhlas, AMdGz, SKM
2. Materi Kecacingan, Personal Higyene dan Kesehatan Mata oleh Suyanto, AMdKep, SKM
3. Materi Kesehatan Gigi dan Mulut oleh drg. Rahma Ika Palupi
4. Materi Imunisasi oleh Lasni
dan 5. Materi PPGD / P3K oleh Hari santoso, SKep, Ns.













Rabu, 14 Desember 2016

Workshop Kader Motivator ASI Oleh Forum Komunikasi Kader Bekerjasama dengan PT. BSI

Workshop Kader Motivator ASI dilaksanakan pada tanggal 7 Desember 2016 di Gedung Serbaguna Desa Pesanggaran. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Forum Komunikasi Kader (FKK) wilayah UPTD Puskesmas Pesanggaran bekerjasama dengan PT. BSI (Bumi Suksesindo) yang berada diwilayah Kecamatn Pesanggaran.
Workshop Kader Motivator ASI bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan kader dalam melaksanakan kegiatan di posuandu terutama dalam memberikan penyuluhan-penyhuluhan di Kelompok Pendukung ASI (KP ASI) yang telah dibentuk.

Kepala Puskesmas Pesanggaran dr. Y. Roni Satrio mengungkapkan, ASI merupakan hal yang sangat mendasar bagi kesehatan dan perkembangan bayi. Melalui pemberian ASI secara eksklusif akan menghasilkan anak yang TOKCer (Tumbuh Optimal Berkwalitas dan Cerdas). Selain itu melalui pemberian ASI akan mempersatukan jalinan kasih sayang ibu dan bayi sehingga mencapai perkembangan yang optimal.
“ASI adalah makanan terbaik dan alamiah untuk bayi. Menyusui merupakan suatu proses alamiah, namun kadang para ibu tidak berhasil menyusui lebih dini dari yang semestinya. Sehingga ibu memerlukan bantuan agar proses menyusui berhasil,” ungkapnya.

Namun menurut mantan Kabag Kominfo ini, banyak alasan yang dikemukakan ibu mulai, ASI tidak cukup atau tidak keluar pada hari pertama kelahiran bayinya. Sesungguhnya hal ini tidak disebabkan karena ibu tidak memproduksi ASI yang cukup melainkan karena ibu kurang percaya diri selama proses menyusui.

“Kurangnya pengertian dan ketrampilan petugas kesehatan dalam menyampaikan informasi tentang keunggulan ASI dan manfaat menyusui dapat menyebabkan mereka terpengaruh oleh promosi susu formula yang sering dinyatakan sebagai Pengganti Air Susu Ibu (PASI). 
Sesuai dengan amanat Undang-undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan terutama Pasal 128 bahwa setiap bayi berhak untuk mendapatkan ASI Eklusif selama 6 bulan dan dibutuhkan peran keluarga, masyarakat dan pemerintah.

Camat Pesanggaran Drs. Didik Joko Sahono, MSi berpesan kepada para kader motivator ASI agar senantiasa memberikan sosialisasi dan motivasi kepada ibu-ibu hamil dan ibu menyusui di Posyandu dan pada Kelompok Pendukung ASI (KP ASI) yang telah dibentuk. Dengan terbentuknya KP ASI dan adanya Kader Motivator Kader pada setiap Posyandu diharapkan dapat meningkatkan capaian pemberian ASI Eksklusif di wilayah Kecamataqn Pesanggaran.

Kepala Bidang Kesehatan Keluarga dr. Juwana S. Njatasaputra  Sebagai narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi memberikan materi mengenai Inisiasi Menyusu Dini, dan ASI Eksklusif dalam rangka menyambut Pekan ASI Sedunia (PAS) dengan tema  :

Tema Global :
’’BREASTFEEDING A KEY TO SUSTAINABLE DEVELOPMENT’’

Tema Nasional :
’’Ibu Menyusui Sampai 2 Tahun Lebih Hemat, Anak Sehat Dan Cerdas; Dalam Rangka Mewujudkan Keluarga Sejahtera’’

Slogan : 
AYO DUKUNG IBU MENYUSUI

Tujuan PAS :
  1. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang manfaat menyusui sampai 2 tahun agar anak sehat dan cerdas dalam rangka mewujudkan keluarga bahagia dan sejahtera.
  2. Melibatkan dan berkolaborasi dengan kalangan yang lebih luas dalam mempromosikan, melindungi dan mendukung ibu menyusui.
  3. Mensosialisasikan pola menyusui dan pemberian maknan yang tepat pada bayi dan anak.





  








Minggu, 27 November 2016

Tes Kebugaran ( Upaya Kesehatah Olahraga )

Dalam rangka menilai potensi kerja seseorang, dari waktu ke waktu perlu diadakan evaluasi tingkat kebugaran dan kesehatan. Pengetahuan tentang potensi kerja ini dapat digunakan sebagai sumber evaluasi yang berharga bagi seseorang untuk dapat mengoptimalkan kebugaran dan kesehatannya. Tujuan kegiatan ini adalah sebagai berikut: Mendapatkan informasi tentang Tingkat Kebugaran Jantung Paru. Dalam mengukur VO2 max adalah tes harus diciptakan demikian rupa sehingga tekanan pada pasokan oksigen ke otot jantung harus berlangsung maksimal. Kegiatan Tes Kebugaran Jantung Paru ini dengan menggunakan metode ROCKPORT dengan lari/ jalan sejauh 1,6 km.
Pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan pada 26 Nopember 2016 di ikuti oleh Pegawai UPTD Puskesmas Pesanggaran bersama UPTD Dinas Pendidikan dan IGORA (Ikatan Guru Olahraga) Kecamatan Pesanggaran.
Menurut undang-undang RI nomor 25 tahun 2000 tentang Pembangunan Nasional, salah satu programnya adalah program pemasyarakatan olahraga dan kebugaran jasmani yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani masyarakat. Laporan WHO pada tahun 2002 menunjukkan kasus kesakitan dan kematian akibat PTM (Penyakit Tidak Menular) terus bertambah. PTM sangat erat dengan gaya hidup seperti: pola makan yg tidak seimbang, kurang melakukan aktivitas fisik/ latihan fisik/ olahraga dan kebiasaan merokok.
Menurut studi WHO menyatakan bahwa gaya hidup duduk terus menerus dalam bekerja merupakan 1 dari 10 penyebab kematian dan kecacatan di dunia, setiap tahun lebih dari 2 juta kematian disebabkan karena kurang melakukan aktifitas fisik. Beberapa negara termasuk Indonesia sekitar 60-85 % orang dewasa kurang melakukan aktifitas fisik untuk memelihara kebugaran jasmani mereka. Saat ini masyarakat sudah mulai sadar untuk melakukan kegiatan latihan fisik/ olahraga melalui berbagai fasilitas olahraga maupun fasilitas umum yang tersedia. Di lain pihak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam bekerja memberi pengaruh yang kurang menguntungkan bagi kesehatan, pemanfaatan anggota tubuh dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari kurang sehingga tingkat kebugaran jasmaninya menjadi rendah.

Kebugaran :
Kebugaran merupakan elemen mendasar dalam merumuskan ketahanan dan kekuatan fisik. Kebugaran dapat meningkatkan kinerja jantung, paru-paru, dan otot, dan kemampuan berotot. Menurut American Academy of Sport Pediatri Komite Sekolah Kedokteran dan Kesehatan, kebugaran didefinisikan sebagai: kekuatan otot, fleksibilitas, komposisi tubuh (derajat kegemukan) dan daya tahan kardiorespirasi. Kebugaran merupakan salah satu di antara berbagai faktor yang menentukan derajat kesehatan.. Kebugaran tidak semata-mata dinilai secara fisik tetapi meliputi seluruh tubuh, pikiran dan emosi. Kebugaran fisik dapat mencegah atau mengobati banyak bersifat kemunduran kondisi kesehatan yang dihasilkan oleh gaya hidup tidak sehat atau penuaan. Selanjutnya kebugaran fisik sangat penting untuk membantu meminimalkan masalah kesehatan seperti gangguan jantung dan obesitas yang semuanya dapat mempengaruhi kehidupan dan fungsi pekerjaan sehari hari.  

Tes Kebugaran :
Sebagai pertimbangan dalam mengukur VO2 max adalah tes harus diciptakan demikian rupa sehingga tekanan pada pasokan oksigen ke otot jantung harus berlangsung maksimal. Kegiatan fisik yang memenuhi kriteria ini harus: a. Melibatkan minimal 50 % dari total masa otot. Aktivitas yang memenuhi criteria ini adalah lari, bersepeda, mendayung. Cara yang paling umum dilakukan dengan lari di treadmill, yang bisa diatur kecepatan dari sudut inklinasinya b. Lamanya tes harus menjamin terjadinya kerja jantung maksimal. Umumnya berlangsung minimal 6 sampai 12 menit. Salah satu alat ukur kemampuan daya tahan/ kebugaran njantung paru (VO2Max) adalah dengan metode Rockport, metode ini cukup sederhana, tanpa biaya yang mahal dan akurasinya cukup wajar. 

Adapun cara pelaksanaan metode ini adalah: 
  1. Tes diawali dengan melakukan pemanasan dan peregangan seluruh tubuh, terutama otot tungkai dan dilanjutkan dengan jalan kaki. Lakukan selama 10-15 menit. 
  2. Pada saat mulai tes, pencatat waktu diaktifkan. Tes dilakukan dengan jalan cepat atau jogging dengan kecepatan konstan sepanjang 1,6 km. 
  3. Catat waktu tempuh yang diperoleh peserta tes. 
  4. Gunakan table 1 untuk mendapatkan VO2 Max. 
  5. Gunakan table 2 untuk menentukan kategori kebugaran jantung paru sesuai jenis kelamin dan kelompok umur. 
  6. Dengan menggunakan grafik berwarna sesuai dengan kelompok umur, berikan tanda (*) sesuai dengan hasil VO2 Max peserta. 
  7. Laksanakan program latihan fisik sesuai dengan warna grafik. 
  8. Ulangi kembali tes ini setiap 3 bulan. 













Pelatihan Kader Kesehatan Remaja

Hidup bersih, sehat, bahagia dan sejahtera lahir batin adalah dambaan setiap orang. Hidup berkecukupan materi bukan jaminan bagi seseorang bisa hidup sehat dan bahagia. Mereka yang kurang dari sisi materi juga bisa menikmati hidup sehat dan bahagia. Sebab, kesehatan terkait erat dengan perilaku atau budaya. Perubahan perilaku atau budaya membutuhkan edukasi yang terus menerus. Pemerintah sudah cukup lama mengampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), salah satunya adalah penggunaan air bersih baik untuk kebutuhan air minum, mandi, mencuci dan jamban.
Perilaku hidup bersih dan sehat perlu ditekankan sejak dini, mulai sejak bayi, todler, prasekolah, sekolah hingga dewasa. Pada masa sekolah, fokus utama yang bisa menggerakkan perilaku hidup bersih dan sehat adalah dokter kecil (kader tiwisada) pada tingkat SD/MI, sedangkan pada tingkat SLTP disebut Kader Kesehatan Remaja.

Hidup bersih, sehat, bahagia dan sejahtera lahir batin adalah dambaan setiap orang. Hidup berkecukupan materi bukan jaminan bagi seseorang bisa hidup sehat dan bahagia. Mereka yang kurang dari sisi materi juga bisa menikmati hidup sehat dan bahagia. Sebab, kesehatan terkait erat dengan perilaku atau budaya. Perubahan perilaku atau budaya membutuhkan edukasi yang terus menerus. Pemerintah sudah cukup lama mengampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), salah satunya adalah penggunaan air bersih baik untuk kebutuhan air minum, mandi, mencuci dan jamban.
Perilaku hidup bersih dan sehat perlu ditekankan sejak dini, mulai sejak bayi, todler, prasekolah, sekolah hingga dewasa. Pada masa sekolah, fokus utama yang bisa menggerakkan perilaku hidup bersih dan sehat adalah dokter kecil (kader tiwisada) pada tingkat SD/MI, sedangkan pada tingkat SLTP disebut Kader Kesehatan Remaja.
Tujuan diadakannya pembentukan Dokter kecil/Kader Kesehatan Remaja adalah :
  1. Agar peserta didik dapat menolong dirinya sendiri dan orang lain untuk hidup sehat
  2. Agar peserta didik dapat membina teman-temannya dan berperan sebagai promotor dan motivator dalam menjalankan usaha kesehatan terhadap diri masing-masing.
  3. Agar peserta didik dapat membantu guru, keluarga dan masyarakat di sekolah dan di luar sekolah.
 Kriteria kader kesehatan remaja sebagai berikut :
  1. Telah menduduki kelas 1 dan kelas 2 SLTP/SLTA sederajat
  2. Berprestasi baik di sekolah/kelas.
  3. Berwatak pemimpin dan bertanggung jawab.
  4. Bersih dan berprilaku sehat
  5. Bermoral baik dan suka menolong.
  6. Bertempat tinggal di rumah sehat.
  7. Di ijinkan orang tua.
Kegiatan Pelatihan Kader Kesehatan Remaja Bekerjasama dengan PT. BSI (Bumi Suksesindo) Dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 25-27 Oktober 2016 dengan Narasumber :
1. Dinas Kesehatan : Suliswati, SKM (Kasie Pemberdayaan Masyarakat)
2, Puskesmas Pesanggaran :
    - dr. Y.Roni Satrio (Kepala Puskesmas Pesanggaran)
    - Mukhlas, SKM (Koordinator Promosi Kesehatan)
    - Rini Utami, SSt (Bidan)
    - Anis Wahyu F, AMdKep (Konselor Remaja)
    - Suyanto, SKM (PPGD)
    - Mamik Sumarmi (Koordinator UKS)
3. PT. BSI (Bumi Suksesindo) :
    - Ahmad Basyori S. (Ka. Depart. CSR)
    - Syahrul M. Wahidah (Staff Depart. CSR)



Rabu, 28 September 2016

Penjaringan Kesehatan Anak Sekolah dan Pengkajian PHBS Di Sekolah

Penjaringan kesehatan anak sekolah merupakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dasar yang bertujuan untuk mengetahui status kesehatan siswa sebagai salah satu upaya deteksi dini jika siswa memiliki masalah kesehatan yang perlu ditindaklanjuti lebih serius lagi dengan cara dirujuk ke puskesmas.  Penjaringan anak sekolah merupakan kegiatan lintas program yang melibatkan Program Kesehatan Remaja, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Gizi Kesmas, Kesehatan Gigi Mulut dan Perkesmas.






Minggu, 21 Agustus 2016

Penyuluhan Program Pemberantasan Penyakit TB-Paru

Sosialisasi P2TB Paru kepada kader bertujuan untuk memberikan pengetahuan agar kader memahami apa penyakit TB, Bagaimana penularanya, tanda dan gejalanya, dan bagaimana penanggulanganya.
Pelaksana Program P2TB Paru Misdarto, AMdKep. memberikan pembekalan kepada kader untuk disampaikan kepada masyarakat di wilayah Puskesmas Pesanggaran.


TB atau Tuberkulosis adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Dulu dikenal dengan sebutan TBC atau ada juga yang menyebut penyakit tiga huruf atau sakit flek. Penyakit TB banyak menyebabkan kematian di dunia dan termasuk salah satu penyakit pembunuh di Indonesia. Meskipun mematikan, namun TB dapat diobati sampai sembuh, banyak kisah sukses pengobatan TB di sekitar kita.

Bagaimana penularan TB?

Bakteri TB ditularkan dari orang yang sakit TB kepada orang lain di sekitarnya melalui udara. Ketika ada orang yang sakit TB mengalami bersin-bersin atau batuk, maka percik renik (percikan dahak yang sangat kecil) yang mengandung kuman TB dari dalam paru akan keluar, terbawa ke udara dan dapat terhirup orang lain. Orang yang menghirup kuman TB berarti sudah terinfeksi TB tetapi belum tentu menjadi sakit TB. Ada dua keadaan yang mungkin terjadi pada orang itu, yaitu infeksi laten TB atau sakit TB.

Namun bila kuman TB beterbangan di ruangan terbuka yang mendapatkan sinar matahari, kuman akan mati. Kuman TB tahan berada di daerah lembab.

Infeksi Laten TB

Orang dengan infeksi laten TB tidak merasa sakit dan tidak menunjukkan gejala apapun. Mereka hanya mempunyai kuman Mtb dalam tubuhnya tetapi tidak sakit TB. Kita bisa mengetahui terinfeksi TB atau tidak melalui tes tuberkulin. Orang dengan infeksi laten TB tidak dapat menularkan kepada oranglain. Kuman TB bisa menjadi aktif dan menyebabkan orang tersebut menjadi lebih cepat sakit TB pada orang dengan keadaan tertentu.

Sakit TB

5-10 persen orang yang sudah terinfeksi TB akan menjadi sakit TB. Resiko infeksi menjadi sakit tergantung dari beberapa faktor yaitu:

  1. Seberapa banyak jumlah kuman yang terhirup
  2. Lama waktu sejak terinfeksi
  3. Usia
  4. Daya tahan tubuh. Seseorang dengan daya tahan tubuh rendah, seperti pada ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), penyandang Diabetes Mellitus (DM), orang malnutirsi (gizi buruk)
Apa gejala TB?

Batuk berdahak adalah gejala utama TB paru. Namun ada beberapa gejala lainnya yang menyertai seperti:


  1. Batuk darah 
  2. Sesak dan nyeri dada saat menarik nafas
  3. Demam berkepanjangan
  4. Berkeringat di malam hari tanpa melakukan aktivitas
  5. Nafsu makan menurun
  6. Berat badan menurun
Kuman TB sebagian besar menyerang paru namun kuman ini juga dapat menyerang organ tubuh lainnya seperti selaput otak, tulang, sendi, kelenjar getah bening, kulit, usus dan sebagainya. TB di luar paru disebut TB Ekstra paru. Gejala TB ekstra paru tergantung pada organ yang terkena.
Siapa yang bisa sakit TB?

TB bisa menyerang siapa saja tanpa memandang umur dan jenis kelamin tetapi lebih banyak menyerah mereka yang berusia muda, usia produktif. Namun ada beberapa yang memiliki resiko lebih besar terkena TB yaitu:

  • Mereka yang memiliki kontak erat dengan pasien TB yang belum diobati atau menjalankan pengobatan tidak tuntas
  • Mereka yang memiliki kekebalan tubuh rendah seperti bayi, anak-anak, orang lanjut usia
  • Mereka yang memiliki kekebalan tubuh lemah karena adanya faktor lain seperti orang dengan HIV/AIDS (ODHA), penyandang Diabetes Mellitus
  • Mereka yang mengkonsumsi tembakau. Lebih 20 persen kasus TB di dunia disebabkan merokok.

Pemeriksaan TB

Bila kita mempunyai gejala TB, sebaiknya kita segera memeriksakan diri untuk mengetahui apakah kita sakit atau tidak. Pemeriksaan TB dilakukan dengan pemeriksaan dahak. Pemeriksaan terbaik adalah dengan cara kultur (biakan) namun memerlukan waktu yang lama (minimal 6 minggu). Pemeriksaan yang sama nilai keakuratannya adalah pemeriksaan secara mikroskopis, yaitu dahak kita diperiksa di bawah mikroskop untuk mengetahui apakah mengandung kuman TB atau tidak.
Pemeriksaan dahak secara mikroskopis dapat dilakukan di Puskesmas. Pengambilan dahak untuk pemeriksaan TB dilakukan sebanyak 3 kali dalam 2 hari kunjungan ke layanan kesehatan, yaitu dahak Sewaktu datang pertama kali ke layanan di hari pertama, dahak Pagi hari di hari kedua dan yang ketiga adalah dahak Sewaktu mengantarkan dahak pagi ke layanan. Metode pengambilan dahak ini disebut cara SPS (Sewaktu, Pagi, Sewaktu). Sebenarnya prosedurnya cukup mudah dijalankan dan hasilnya untuk pemeriksaan mikroskopis lebih cepat dibandingkan dengan pemeriksaan dengan kultur.